Barat Dalam Prespektif muslim Indonesia


Barat Dalam Prespektif muslim Indonesia
*secuil tinta dari buku misykat
Syed Muhammad Al Attas pernah berkata ”Hegemmoni westrernisasi yang membawa nilai nilai Liberal dan Sekuler sangat berpengaruh dalam perkembangan ummat muslim
Namun seiring berjalanya waktu para intelektual dan cendekiawan muslim justru tidak memperdulikan dan acuh akan permasalahan yang rentan ini, sehingga timbulah beberapa tanggapan dari para muslimin dalam menyikapi derasnya pengaruh barat di zaman globalisasi dan westrenisasi ini, yaitu dapat di kelompokan menjadi 2 kelompok yaitu:

Pertama: Ada melihat Barat seperti orang Barat, sehingga apa yang ada di barat dianggap baik untuk Islam bahkan mempelajari Islam dengan cara barat

Kedua: Ada melihat Barat dengan penuh kebencian, sehingga segala sesuatu yang berasal dari Barat itu jelek dan negatif

Kedua cara pandang yang ekstrim ini salah dan tidak tepat, karena Barat tidak sebaik apa yang dianggap oleh pemujanya dan tidak sejelek apa yang dianggap pengamsusinya

“Apa kekurangan Dan kelebihan world view barat?”
Mungkin maksud anda apa kelebihan Barat, karena World View Barat dan Barat sendiri berbeda, untuk kekurangan Barat kita kembali lagi kepada perkataan S.M AlAttas diatas yaitu pada World Vew nya yang mengusung nilai-nilai Liberal dan Sekuler, dan sangat perlu kekritisan berfikir dalam menemukanya
Untuk kelebihanya sendiri Barat sangat bagus dalam tradisi keilmuannya, serta etos kerja yang tinggi dan ketertiban kehidupan sosialnya yang perlu kita garis bawahi untuk intopeksi diri.

“Memang apa kesalahan kita sebagai seorang Muslim, sehingga terbagi menjadi 2 kelompok tersebut?”
Letak kesalahan seorang Muslim ada pada kemiskinan ilmu dan lemahnya iman, 2 hal ini tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan yaitu ilmu dan iman
Dalam hal kemiskinan ilmu misalnya, di Barat Science dipisahkan dari pengaruh Agama, Seorang Muslim belum tentu tau dimana letak hal tersebut dan jikalaupun tau maka dia tidak tau bagaimana yang seharusnya menurut islam.

“Diantara para mahasiswa muslim yang belajar dibarat itu, ada yang bersemangat membawa ide rasionalisme, sekulerisasi, pluralisme dan liberalisasi islam, padahal ide-ide itu terasa asing bagi masyarakat islam dan bahkan mengundang kontroversi, mengapa ini terjadi?”
Masalah ini lebih disebabkan oleh latar belakang kemampuan kritis seorang mahasiswa yang rendah serta sikap inferioritas yang tinggi, mereka itu salah target dalam mengagumi barat. Di barat saja banyak yang tidak setuju dengan pluralisme dan liberalisme, mestinya umat islam meniru sikap kritis mereka, bukanya mengadopsi paham-paham yang ada di barat.
Mengapaa itu semua terjadi? Sekali lagi karena kurangnya wawasan dan pengetahuan pemikiran serta peradaban islam dan barat sekaligus.

“lalu apa solusi yang tepat untuk menyikapi ajaran islam ala barat yang terlanjur tersebar ini?”
Konsep, ide, dan ideologi tidak bisa dihadapi tanpa sesuatu yang sepadan, kita tidak bisa demo menentang pemikiran, kita tidak bisa menantang perang karena derasnya arus globalisasi, westrenisasi dan liberalisasi, kita harus menghadapinya dengan konsep dan ide yang lebih bagus
Bagaimana caranya?

Pertama: mengkaji islam lebih mendalam dengan metode yang lebih canggih lagi

Kedua: mengkaji pemikiran orientalis pada khususnya dan barat pada umumnya untuk mengetahui tantangan yang dihadapi.

“jika ilmu pengetahuan adalah sebab munculnya peradaban, maka apa yang harus dilakukan muslimin untuk menciptakan peradaban islam di indonesia?”
untuk memulai itu semua Pendidikan islam harus diprioritaskan dari bidang-bidang yang lain, dan agar pendidikan islam maju ada 3 syarat yang harus dipenuhi:

Pertama: perlu dukungan dari semua pihak, baik financial atau politik

Kedua: pendidikan islam tidak hanya ditujukan mencari pekerjaan, tapi untuk mencetak insan kamil

Ketiga: pendidikan islam harus di orientasikan kepada pengkajian turast dalam berbagai bidang, baik ilmu naqliyah maupun aqliyah, turats perlu dipahami dalam konteks kekinian, sesudah menguasai pemikiran islam, baru setelah itu kita mengkaji barat secara kritis. Apa yang baik dari barat kita ambil, dan yang tidak sesuai dengan islam kita buang, mestinya begitu.
Semoga Bermanfaat, syukron


Luqman fauzi, yogyakarta 17/07/17

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bingkisan Sorgawi

Mahasiswa Dibalik Dilema Pendidikan Indonesia

RUMAH SEJATI