RUMAH SEJATI


(*Drawing by khoiruman wahada)


RUMAH SEJATI


Empat puluh tahun kutanam benih padi

Tumbuhnya rumput dan alang-alang

Sepanjang hidup kutaburkan benih ikan di kolam

Jadinya katak, cacing dan kadal

Aku memasak beras tak me-nasi

Aku memintai benang tak meng-kain

Aku dirikan rumah dikeroyok tukang tadah

Aku tegakkan maqamat dibatalkan oleh para penjilat

Empat puluh tahun kususun nada tak berbunyi lagu

Kubikin rumah ibadah berkembang jadi pasar

Kudirikan istana berubah jadi sarang harimau dan naga

Coba kutulis puisi, oleh Malaikat direbut tanpa bisa kubela diri

Lantas kubilang kepada Tuhan ini ceritanya gimana

Katanya aku disuruh jadi manusia bersama manusia

Sekarang sampai badanku renta dan jiwaku menua

Tak satu apapun yang berhasil kupahami tentang mereka

Akhirnya kutertawakan diriku dengan kalimat Tuhan

Dunia hanya hiasan, senda gurau dan permainan

Kau sudah di dunia kenapa kau kejar-kejar dunia

Kau cuma singgah di bumi, kenapa kau sangka rumah sejati

Sebuah puisi karya Emha Ainun Nadjib (1996)
Advertisements

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bingkisan Sorgawi

Mahasiswa Dibalik Dilema Pendidikan Indonesia