Mahasiswa Dibalik Dilema Pendidikan Indonesia
Mahasiswa Dibalik Dilema
Pendidikan Indonesia
(oleh: luqman fauzi)
Pemuda adalah wajah bagi suatu bangsa, baik atau
tidaknya suatu negara bisa dilihat dari generasi pemudanya, mahasiwa adalah
pemuda intelektual yang merupakan aset terbesar bagi suatu bangsa untuk bisa
mengembangkan potensinya dari segi ekonomi, politik, perdagangan, hubungan
internasional, dan masih banyak lainnya, bahkan pergerakan
mahasiswa sudah banyak mewarnai
sejarah Indonesia contohnya dalam
peristiwa Sumpah Pemuda, Proklamasi, bahkan Reformasi 1998
dipelopori oleh gerakan mahasiswa yang berhasil melengserkan presiden soeharto
dari jabatannya pada tanggal 21 mei 1998. pergerakan mahasiswa tercipta
dari bebagai kegiatan akademis dan pemikiran yang selalu berputar dinamis dan
inovatif , demi memberikan ide-ide dan gagasan inovatif yang akan menjadi solusi
berbagai permasalahan yang ada pada suatu bangsa, sehingga pada akhirnya
berbagai permasalahan yang ada akan terkikis satu persatu dan sampai
seterusnya.
Negara
kita Indonesia, pada masa kini memiliki berbagai
problematika di banyak bidang, contoh saja dalam
bidang pendidikan masih banyak anak-anak yang tidak sekolah bahkan buta
huruf, dalam hal IPTEK Indonesia masih tertinggal jauh dari bangsa
yang lain, adat istiadat budaya pribumipun mulai terkikis oleh kebudayaan
barat, bahan pangan sehari-hari juga masih banyak yang impor, bahkan
saham perusahan-perusahan besar di Indonesia masih banyak di pegang oleh
orang-orang non-pribumi dan masih banyak problem yang tak kalah krusialnya.
Jika kita perhatikan baik-bauk sebenarnya Pangkal dari semua problem yang
kompeks ini adalah problematika pendidikan dan akademis, imenurut riset dar
100% jumlah pemuda Indonesia hanya 23% yang mendapatkan pendidikan di perguruan
tinggi, adapun jumlah buta huruf Indonesia mencapai 5,7 juta orang yang
setiap tahunnya tak terlihat perubahan signifikan. Semua permasalahan ini telah
mendarah daging di mind set orang Indonesia sampai-sampai dianggap menjadi
masalah kecil dan wajar saja, padahal kurangnya ghirah atau semangat akademis
adalah masalah yang paling inti dari semua permasalahan sebuah bangsa.
Dalam hal ini peran pemuda sangatlah berpengaruh, seperti yang kita ketahui
pemuda adalah aset yang paling produktif dalam sebuah bangsa, bahkan presiden
kita Ir.Soekarno pernah bertuah “berikan saya 10
pemuda akan kugemparkan dunia”. Pemuda yang dimaksud disini adalah pemuda
yang memiliki kualitas yang tinggi entah dari intelektualitas maupun
mentalitas, siapa lagi pemuda yang dimaksud kalau bukan mahasiswa, mahasiswalah
yang memiliki kegiatan intelektual tanpa batas denagan segala ide-ide dan
gagasan inovatif yang selalu bermunculan, pengamatan dan penelitian
selalu dikempangkan dalam segala aspek, adapun kegiatan mentalitas yang
terlihat dari berbagai organisasi kemahasiswaan , ada PPI(Persatuan pelajar
Indonesia) yang ada di setiap Negara, BEM(Badan Eksekutif Mahasiswa) yang ada
di setiap Universitas, dan masih banyak lagi organisasi lainnya yang
berperan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan.
Terus peran apa yang bisa dilakukan mahasiswa dalam problematika pendidikan?
Dsini kita bisa melihat bahwa kegiatan mahasiswa yang dinamis sangat bisa
membatu dalam perkembangan pendidikan dan akademis masyarakat, contoh:
a. Talk
show atau seminar keilmuan, kegiatan ini biasanya
diselenggarakan untuk umum dalam rangka membahas permasalahan kontemporer,
beasiswa, kajian ilmu, dll.
b. KKN(Kuliah
Kerja Nyata) dan Bakti Sosial, kegiatan ini diselenggarakan di
pedesaan dalam rangka membatu masyarakat sekitar dalam mengembangkan sistem
pendidikan maupun pengajaran di sekolah atau masjid sekitar dan memelihara
kegiatan rukun keluarga dalm sebuah desa.
c. Lomba-lomba
dan penelitian-penelitian kampus, kegiatan ini biasanya dibuat untuk
meningkatkan kualitas mahasiswa dari masing-masing universitas dengan
berlomba-lomba dalam penelitian dan prestasi di dalam maupun luar negri.
d. Study
tour, work shop, book fair, festifal keilmuan,dll
Masih banyak lagi kegiatan mahasiswa diluar dan dalam kampus,
tertulis maupun tak tertulis semua itu dalam rangka mengembangkan pendidikan
dan akademis bangsa Indonesia.
Disini kita bisa membayangkan apabila mahasiswa Indonesia melakukan kegiatanya
dalam pendidikan dan akademis dengan konsisten, mungkin 10 tahun mendatang
Indonesia akan menjadi Negara maju bahkan adidaya di dunia, tentunya semua itu
takkan terjadi apabalia Indonesia masih takut untuk tidak bergantung kepada
bangsa lain dan masih terus mengabaikan kegiatan intelektual akademis dalam
bangsa sendiri.
Kita disini sebagai mahasiswa harus cepat-cepat menyadarkan diri
bahwasanya kita harus berkembang jauh lebih dari mahasiswa bangsa lain
dengan mencoba keluar dari comfot zone menuju the war
zone, dari bisanya menuju luar biasa, karena tidak bisa dipungkiri cepat
atau lambat nasib masa depan keluarga, bangsa dan agama bangsa indonesia ada
dalam gengaman kita semua, semoga Allah selalu memudahkan kita amin,
Wassalamualaikum wr wb.
Unida, 25/01/2017

Komentar
Posting Komentar