Dilema mind set



Dilema mind set

suatu hari ada seseorang yang berkata:
“kenapa ya, kita koq masih khawatir miskin sama rugi? Padahal kan sudah dijamin sama Allah”,

 hmmm…sesaat  saya berfikir kalau sayapun termasuk yang dia maksud dan saya yakin andapun begitu, perkataan ini muncul dari seorang pengusaha yang sedang berusaha mencoba menghapus nafsu dunia dan meninggikan kalimatullah walau itu sangat sulit, saking sulitnya ia sampai meragukan imannya sendiri dan akhirnya kufur(musyrik), nauudzubillah min dzalik.
            Disini kita bisa tau bahwa kuat tidaknya mind set kita kepada keesaan Allah sangatlah penting dan rentan akan segala apa yang kita lakukan di dalam kehidupan sehari-hari, mind set keesaan ini bisa kita sebut dengan iman atau tauhidullah, yang berarti keyakinan bahwa tiada tuhan selain Allah, 

Loh…saya kan muslim mas? emangnya anda kira saya gak yakin kalau tuhan itu Allah? atau jangan-jangan masnya yang salah orang ya?,
 disini…kata tuhan yang saya maksud adalah pedoman atau tujuan utama yang menjadi dasar segala sesuatu pekerjaan dan perbuatan dalam setiap diri manusia, karena Itu semua bisa  terlihat di sekitar kita atau di dalam diri kita masing-masing, dimana banyak orang yang menuhankan segala hal, ada yang menuhankan akalnya, nenek moyangnya, temannya, presidennya, kekasihnya, hartanya, bahkan tidak sedikit dari mereka yang menuhankan diri mereka sendiri dengan menuhankan nafsunya na’udzubillah min dzalik. Dalam hal ini kita tidak bisa menyalahkan orang lain atau menunut sebuah bantuan, karena pada hakikatnya  kuat tidaknya mind set tauhidi kita hanya bisa disentuh oleh diri kita masing-masing dan tentunya dengan kehendak sang kuasa yaitu Allah swt. Jadi  tidak ada yang bisa merubah atau memaksa berubahnya mind set seseorang terhadap tauhidullah kecuali orang itu sendiri, dan kehendak Allah.

Trus..apa hubunganya sama kemiskinan dan kekayaan mas?
Seperti yang kita ketahui, zaman sekarang banyak orang yang meninggalkan shalat jumat demi mengejar setoran bus, mengulur waktu shalat karena kesibukan rapat perusahaan, menipu orang lain demi mendapat harta yang lebih, dan yang lebih parahnya lagi menganggap zakat dan sedekah itu tidak ada untungnya, seakan-akan mereka pikir Allah itu tak memberi, Allah itu tak ada urusanya dengan uang, Allah itu diam dan seakan-akan Allah itu tidur dan meninggalkan makhluknya untuk berusaha sendiri, inilah yang kita sebut krisis tauhid atau loss of iman. Padahal Allah itu selalu bersama kita bahkan kehadiranya lebih dekat daripada urat leher kita dan ialah pengatur segala sesuatu yang ada dalam alam semesta walau hanya daun yang jatuh ke tanah itu semua atas kehendaknya dan tidak ada sesuatu perkarapun yang ia ketahui di alam semesta ini walau hanya kebohongan kepada diri sendiri.

Trus apa solusi dari semua ini?
            Solusi dari semua ini hanya satu yaitu merubah mind set kita menjadi mind set tauhidi, dimana segala sesuatu yang terjadi itu kehendak Allah, segalanya milik Allah, segalanya untuk Allah, dan segalanya akan dipertanggung jawabkan kepada Allah. 

Karena keterbatasan waktu solusi ini tidak bisa dibahas secara rinci  dan gamblang disini, karena sebenarnya semua itu sudah dijelaskan dalam al Quran serta hadist rasul dan karenanya juga hanya akan memperpanjang kata seta mengecilkan kemauan berubah orang yang membacanya, karena perubahan ada bukan karena orang lain melainkan karena diri sendiri, syukron.

           
           
           
           

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bingkisan Sorgawi

Mahasiswa Dibalik Dilema Pendidikan Indonesia

RUMAH SEJATI